Drg. Djoko Micni, Sp.BM, FICOI – Berawal dari Pengalaman Bermasalah dengan Gigi

drgdjokomicni-spbm1 Lulusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia 1983 ini mengawali kariernya sebagai pengajar di fakultas kedokteran Universitas Tarumanegara sejak 1988. Melihat kecenderungan masyarakat yang takut begitu mendengar kata ‘bedah mulut”, Djoko malah melihatnya sebagai sebuah tantangan. Ia pun memutuskan mengambil Spesialisasi Bedah Mulut di universitas Indonesia pada tahun 1997. Selanjutnya, anak sulung dari lima bersaudara ini pun mulai berpraktik di Rumah Sakit Puri Indah sejak 2009.

Saat remaja, Drg. Djoko Micni, Sp.BM,FICOI pernah mengalami masalah dengan giginya yang mengganggu kesehatannya secara umum. Dari situ, dirinya melihat bahwa permasalahan gigi ternyata mempunyai dampak yang sistemik.

Secara umum, apa saja yang termasuk bedah mulut?
Bedah mulut adalah segala sesuatu yang menyangkut perawatan bedah di area sekitar mulut, termasuk gigi. Kemudian, kasus-kasus trauma, seperti kecelakaan lalu lintas atau fraktur. Ada juga kelainan-kelainan yang memerlukan tindakan bedah, seperti kista atau tumor, atau yang lebih spesifik seperti perbaikan rahang yang biasa disebut bedah koreksi. Ini bisa juga ditujukan untuk estetika dan kita sebut orthogenatic surgery.

Untuk Indonesia, kasus-kasus apa saja yang memerlukan tindakan bedah mulut?

Yang paling sering impaksi. Ini adalah kasus gigi yang tidak mendapatkan tempat untuk tumbuh sehingga tidak bisa erupsi dan harus dikeluarkan. Kasus trauma juga banyak ditemukan. Selain itu, tumor gigi juga sering dijumpai.Namun untuk sekarang, yang sedang populer adalah dental implan, yaitu pemasangan gigi implan akibat patah atau hilang. Nah, melihat itu, profesi bedah mulut ini sangat dibutuhkan karena pengetahuan masyarakat tetang kesehatan sudah sangat maju. Mereka menyadari bahwa bedah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Apalagi jika terkait gigi.

Memang, seberapa penting kesehatan gigi?
Jika gigi berlubang, dia bisa menjadi jalan masuk kuman. Kuman yang masuk tersebut bisa tembus ke pembuluh darah dan mengalir bersama darah.
Kuman tersebut bisa mencapai jantung dan biasanya hinggap di katup. Disitulah terjadi infeksi. Itu kita namakan endocarditis. Kejadian selanjutnya bisa membuat katup jantung bocor dan sebagainya.

Apa “tantangan” menjadi seorang spesialis bedah mulut?
Biasanya orang akan takut begitu mendengar kata “bedah”. Nah, sebagai seorang spesialis bedah mulut, kita harus bisa meyakinkan pasien sehingga mereka mau melakukan tindakan bedah. Selain itu, kita juga harus bisa menjelaskan tentang adanya kemungkinan/resiko, namun tetap
berusaha meminimalisirnya. Ada kepuasan tersendiri jika kita berhasil meyakinkan pasien untuk mau melakukan tindakan bedah.

Apa permasalahan mulut yang paling berbahaya?
Kanker mulut. Biasanya dipicu oleh adanya iritasi di dalam mulut yang berupa trauma mekanik. Misalnya, jika ada gigi yang pecah. Pecahan tersebut dapat menggores pipi, lidah atau organ di sekitar mulut lainnya. Jika ini terjadi terus-menerus, dapat menjadi keganasan. Dan, kasus seperti itu , jika tidak sedini mungkin ditemukan, prognosisnya buruk. Semakin cepat, semakin baik.

Sebelumnya, punya pengalaman khusus dengan kesehatan gigi?
Waktu SMA, saya sering mengalami kesulitan konsentrasi. Saya sering merasakan sakit kepala. Waktu itu, orangtua membawa saya ke dokter. Namun menurut dokter tidak ada masalah dengan kesehatan saya. Sampai akhirnya, saya disarankan untuk periksa gigi. Ternyata, gigi geraham bungsu saya terjepit sehingga tidak dapat keluar dan menyebabkan infeksi. Infeksi itulah yang mempengaruhi kesehatan umum saya. Sayapun menjalani operasi gigi. Sejak itu, keluhan pusing serta sulit konsentrasi menjadi hilang. Dari situ, saya melihat bahwa gigi mempunyai efek sistemik.

Dikutip dari wawancara dg Drg. Djoko Micni, Sp.BM,FICOI yang dimuat pada majalah Health First (Pondok Indah health care group) vol 10, Apr-Jun 2010

GIGI SUSU ANAK

Drg. Nuniek Setyaningsih,

artikel diambil dari info dental pepsodent,maret 2002.

Pemeliharaan gigi susu

Gigi susu yang belum tanggal disaat gigi dewasa mulai tumbuh dapat membuat gigi dewasa bergeser tempat tumbuhnya. Sebaliknya gigi susu yang sudah tanggal sebelum gigi dewasa siap tumbuh,dapat menyebabkan gigi dewasa tidak rapi,karena gigi dewasa akan tumbuh diruang kosong,yang membuatnya bebas membentuk diri menjadi melengkung,menonjol,dsb.

gigi-susu-anak1

Rawatlah gigi sedini mungkin dengan cara:

1. Mengkonsumsi makanan yang tepat.
2. Nasihat yang biasa kita dengar adalah *anak-anak jangan banyak makan yg manis-manis*.
3. Makanan yg ideal untuk kesehatan gigi adalah makanan yg bergizi dan mempunyai daya pembersih yg tinggi  seperti daging,ikan,susu,sayur mayur dan buah2an,apel misalnya memiliki daya pembersih tinggi pada gigi.
4. Membersihkan gigi dengan benar dan teratur.
5. Pada awalnya andalah yg harus membersihkan gigi anak anda, tapi percayalah mereka akan segera menginginkan bisa menyikat gigi sendiri.
6. Gunakan sikat gigi kecil dengan permukaan bulu yg datar.Gosoklah gigi anak dari atas kebawah untuk bagian atas dan dari bawah keatas untuk bagian bawah.
7. Jangan melintang sebab dapat membuat gigi terkikis.Permukaan kunyah gigi disikat dengan gerakan memutar.
8. Melakukan kunjungan teratur ke dokter gigi.
9. Kunjungan secara teratur ke dokter gigi dapat mencegah terjadinya kerusakan gigi atau memberi kesempatan pada dokter untuk menghentikan proses kerusakan.
10. Tekanan tetap terus menerus pada rahang semasa anak-anak,misalnya karena kebiasaan menghisap ibu jari,tidur dengan tangan di pipi, ngedot plastik dot yg kurang lentur,dpat menyebabkan gigi tumbuh mencong.
11. Biasakan anak berkunjung ke dokter gigi sebelum usia 3 tahun,agar pertumbuhan gigi dapat dipantau sehingga gigi anak tumbuh rapi dan sehat.

Kebiasaan buruk pada anak

Dalam perkembangan dan pertumbuhannya, banyak anak memiliki kebiasaan tertentu dalam berperilaku. Ada kebiasaan yg bersifat sementara,tetapi ada juga kebiasaan yg tidak mudah dihilangkan.

Kebiasaan itu antara lain:

1. MENGHISAP JARI TANGAN

Menghisap sebenarnya merupakan kecakapan awal.Secara alami ia mulai menggunakan otot bibir dan mulut. Ketidak puasan menghisap ASI dapat membuat anak suka menghisap jari tangannya sendiri. JIka kebiasaan ini berlanjut dapat berakibat pertumbuhan gigi berubah posisi.

2. MENGGIGIT BIBIR ATAU BENDA KERAS

Kebiasaan yang sering dilakukan anak 4-6 tahun ini, dapat merubah kedudukan gigi depan atas kearah depan, sedang gigi depan bawah kearah dalam. Selain itu dapat juga membuat pertumbuhan gigi menjadi tertahan.

3. BERNAFAS MELALUI MULUT

Kebiasaan ini disebabkan oleh penyumbatan rongga hidung, yang dapat mengganggu pertumbuhan tulang disekitar mulut dan rahang, wajah menjadi sempit dan panjang,dan gigi bisa jadi “tonggos”.

4. MENGHISAP DOT

Menghisap dot menjelang tidur dapat berakibat air susu menggenang dimulut saat anak sudah tertidur. Genangan air susu apalagi jika ditambah gula, dapat merusak gigi.

Kebiasaan buruk ini dapat dihilangkan jika orang tua jeli dan terus menerus berusaha mengubahnya.
Masalah yang sering terjadi sehingga anak berlarut-larut melakukan kebiasaan buruk ini biasanya karena orang tua bekerja, sehingga kurang waktu maupun kurang kesabaran untuk merubah kebiasaan buruk itu.