Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H

idulfitri1 Seluruh team Dokter dan staf Dentia Dental Care Center mengucapkan Selamat Hari Raya Idul   Fitri 1431H, Mohon maaf Lahir dan Bathin.

Terima kasih atas kepercayaan anda pada kami, kami akan selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi anda.

Klinik kami tutup dari tgl 9 s/d 12 September 2010.

Kami akan melayani anda kembali pada hari Senin, 13 September 2010.

Wisdom Tooth (Gigi Geraham Bungsu)

Drg. Djoko Micni, Sp.BM, FICOI

wisdom1-jpg

Dari namanya kita pasti menginginkan gigi ini kita miliki selamanya, namun wisdom tooth atau yang sering kita kenal dengan sebutan gigi geraham bungsu acap kali menimbulkan masalah pada saat usia menjelang remaja.

Alih-alih menjadi gigi dambaan, gigi ini malah harus cepat enyah dari si pemiliknya. Ditenggarai sebagai salah satu alasan utama untuk datang ke dokter gigi, sebenarnya apa yang menjadi pertimbangan utama untuk membuang gigi ini dan bagaimana prosedur yang aman?

Istilah yang Rancu
Wisdom tooth adalah gigi geraham bungsu atau gigi geraham ketiga dari seri gigi geraham pada lengkung rahang. Merupakan gigi yang terakhir erupsi/tumbuh pada saat usia 16-18 tahun suatu masa saat seseorang telah dianggap dewasa dan mulai bijaksana. dari sinilah mungkin istilah wisdom ini muncul. Saat gigi ini erupsi gusi di sekitarnya/pericoronal mengalami peradangan sehingga timbul rasa sakit yang berangsur-angsur akan hilang setelah mahkota gigi tumbuh sempurna. Akan tetapi, apa yang sering terjadi adalah gigi ini mengalami impaksi/retensi dikarenakan terhalang oleh gigi geraham di depannya, sehingga peradangan menjadi berkepanjangan/kronis. kondisi inilah yang merupakan pemicu dari gangguan kesehatan organ-organ tubuh lainnya (infeksi focal)

wisdom2-woodlakedental

Gangguan Kesehatan karena “Wisdom Tooth”
“Dok, saya sudah berobat kemana-mana, tapi tetap saja sakit kepala saya tidak sembuh-sembuh, saya sudah melakukan CT scan, MRI, tapi tetap saja tidak menemukan apa-apa di kepala saya” demikianlah kalimat yang terlontar dari banyak pasien yang saya hadapi saat menemukan adanya gigi wisdom.

Dari masalah yang sifatnya lokal seperti pericoronitis(radang di sekitar mahkota gigi), caries, kista atau tumor rahang yang dapat timbul dari gigi impaksi, gangguan kesehatan dalam bentuk atau menifestasi di luar rongga mulut juga sering kali muncul seperti sakit kepala/migrain, otalgia/sakit telinga, myalgia/nyeri otot, bahkan endokarditis/infeksi katub jantung dapat dibuktikan sumbernya dari gigi ini.

Oleh karena itu, bila dijumpai masalah-masalah kesehatan yang belum ditemukan solusinya adalah bijaksana untuk melakukan pemeriksaan radiologis gigi dan bila menemukan gigi impaksi/wisdom tooth, tindakan selanjutnya adalah mengangkat gigi tersebut walaupun dirasa hal ini belum pasti.

Teori yang kontroversial.
Dalam kondisi yang meragukan apakah gigi ini merupakan penyebab gangguan yang selama ini diderita, anjuran untuk mengangkatnya tetap menjadi pilihan utama. Hal ini sebenarnya dapat dijelaskan dari teori focal sepsis, yaitu dengan adanya kondisi infeksi kronis di duatu tempat yang menyebar ke tempat lain dan bermanifestasi sebagai gangguan dari organ yang jauh dari sumber tersebut. Jadi dapat disimpulkan pertimbangan utama untuk mengangkat gigi ini atau diistilahkan dengan odontektomi adalah selain untuk mengatasi gangguan-gangguan lokal juga untuk profilaksis masalah-masalah kesehatan yang sifatnya sistemik.

Apakah aman melakukan operasi Wisdom Tooth (gigi Geraham Bungsu)?
Setiap tindakan operasi memang mengandung resiko timbulnya komplikasi, dari yang sifatnya sederhana/sementara seperti pembengkakan, pendarahan, nyeri sampai pada komplikasi yang lebih berat/permanen seperti paresthesia/gangguan saraf perasa sampai fraktur tulang rahang.

Semuanya ini bisa diantisipasi/dihindari dengan :
1. Pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh: lakukan pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan radiologis baik panoramic maupun CT scan dental 9melihat jarak antara gigi dengan saraf)
2. lakukan operasi gigi ini/odontektomi sedini mungkin antara usia 12-18 tahun
dengan perimbangan profilaksis karena saat usia ini akar gigi belum terbentuk sempurna sehingga proses pengangkatan menjadi lebih mudah dan terhindar dari kemungkinan trauma pada saraf 9karena jarak gigi dengan saraf jauh).
3. Prosedur operasi yang asepsos dan antisepsis dengan kontrol sterilisasi yang optimal disertai penggunaan alat operasi non-traumatis, yaitu piezoelectric dapat menghindari cedera saraf.
4. untuk kasus-kasus tertentu, yaitu pada posisi-posisi gigi impaksi yang letaknya dekat dengan organ anatomisn penting seperti saraf atau di luar rahang seperti di dalam sinus, maka operasi dapat dilakukan dengan bantuan anestesi umum

Dengan pemahaman yang lebih dalam dan luas, wisdom tooth bukan lagi masalah yang rumit dan dambaan akan gigi dan tubuh yang sehat bukan merupakan mimpi.

TIPS :
Lakukan panoramic untuk screening
Jangan ragu untuk “early removal of wisdom tooth”
Percayakan pada ahlinya

Early removal of wisdom tooth makes a contribution towards the prophylactic and reduction of complication rate.

Note : gambar diambil dari woodlakedental.com