OVERBRUSHING, overdo a good thing….

drg. Marsellina Soenarto


“Dok, kog gusi saya ngilu sekali saat  menggosok gigi ya?” “Saat konsumsi minuman dingin ataupun makan sesuatu yang manis dan asam, kog gusi saya terasa tidak nyaman ya?” Mungkin saja anda mengalami overbrushing, yang terkadang tidak anda sadari…..

Apa itu overbrushing?
Overbrushing adalah istilah umum yang digunakan untuk “toothbrush abrasion,” atau kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan yang berlebih, hingga dapat menyebabkan penurunan gusi. Kesalahan cara menggosok gigi dan pemilihan sikat gigi yang tidak tepat dapat pula memperburuk kondisi gigi dan gusi.
Akibatnya, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan terkikis sehingga akan terasa ngilu saat mengkonsumsi minuman dingin, manis/asam, atau bahkan saat tersentuh bulu sikat gigi.

Bagaimana cara mencegahnya?
Tips untuk mencegah overbrushing;
–    Mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi
–    Menggunakan sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang soft dan cara menggosok gigi yang benar.
–    Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi (sekurang-kurangnya 6 bln sekali)
Dapatkah gigi saya diperbaiki?
    Pada kasus ringan, di mana belum terjadi lubang pada leher gigi, segera pensiun kan sikat gigi berbulu keras anda dan gantilah dengan sikat gigi berbulu soft, dan gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitive.
Pasta gigi khusus untuk gigi sensitive biasanya mengandung pottasium nitrate atau stronsium cloride, yang mampu membantu mengurangi rasa ngilu yang anda alami.

    Pada keadaan dentin/akar gigi yang terbuka/ cekungan pada leher gigi, sebaiknya dilakukan penambalan (filling). Penambalan gigi yang dilakukan, disesuaikan dengan derajat keparahan masing masing kasus.

    Bila dentin yang terbuka sudah mengenai jaringan pulpa, di mana terdapat saraf gigi di dalamnya, kemungkinan harus dilakukan perawatan saluran akar (root canal treatment).

Untuk informasi dan perawatan gigi anda, hubungi Dentia Dental Care Center, Klinik Perawatan Gigi Keluarga anda.

CEGAH KERUSAKAN GIGI

drg. Nuniek Setyaningsih.

Data menunjukkan, 9 dari 10 anak balita menderita kerusakan gigi; dan setiap anak menderita 7 lubang dari 20 giginya. Padahal, kerusakan gigi susu akan mempengaruhi pertumbuhan gigi permanennya. Umumnya, masalah gigi yang muncul pada anak adalah gigi berlubang, yang bisa terjadi sejak giginya masih berupa gigi susu sampai tumbuh gigi tetap. Gigi keropos atau berlubang berawal dari adanya kotoran yang melekat erat pada gigi dan ditumbuhi kuman, atau sering diistilahkan sebagai plak. Kerusakan gigi dimulai pada permukaan luar gigi yang disebut email, lalu menjalar  ke lapisan dalam yaitu dentin. Pada saat itu gigi akan terasa liinu, terutama bila makan makanan yang manis dan minum minuman yang dingin. Selanjutnya, lubang akan terus menjalar ke saraf gigi hingga menimbulkan rasa sakit. Lama-kelamaan gigi menjadi mati dan busuk serta terjadi pembengkakan. Akibatnya, fungsi pengunyahan terganggu dan nafsu makan anak pun jadi berkurang yang nantinya akan mengganggu tumbuh kembang anak.

KENALI FAKTOR PENYEBABNYA

Nah, untuk mencegah terjadinya gigi keropos/berlubang, kita perlu tahu apa saja factor penyebabnya.

  • Faktor giginya sendiri

Gigi anak seharusnya sudah disiapkan sejak awal kehamilan, yakni dengan si ibu mengonsumsi makanan bergizi. Jika sewaktu hamil, gizinya kurang baik, bisa mengakibatkan anaknya kelak memiliki gigi-geligi yang tak kuat strukturnya. Asal tahu saja, gigi susu sebenarnyasudah terbentuk sejak ia masih di kandungan. Bahkan, gigi permanen pun sudah terbentuk. Pada trimester pertama, gigi-gigi ini sudah ada. Hanya saja munculnya nanti setelah anak berusia 5-6 tahun. Tak pelak lagi, faktor gizi ibu hamil turut mempengaruhi pertumbuhan gigi. Penting untuk pembentukan gigi. Kedua zat ini banyak ditemukan pada susu. Sedangkan flour diperlukan untuk penguat gigi. Begitu juga vitamin C dan D. ada baiknya ibu hamil diberikan flour secara khusus. Begitu juga setelah bayi lahir. Tentu dengan dosis yang tepat. Flour akan mencegah munculnya kerusakan gigi. Kecuali itu, ibu hamil pun jangan sembarangan menelan obat-obatan. Obat semacam tetrasiklin, misalnya, mengakibatkan kerusakan warna gigi dan melemahkan gigi.

  • Faktor lingkungan

Salah satunya adalah pemberian makan pada anak. Misalnya, setelah anak makan atau minum susu tak langsung dibersihkan. Jenis makanan yang diberikan pada anak juga yang manis dan lengket. Padahal, dengan kebersihan gigi yang jelek dan jenis makanan yang manis serta lengket justru membuat gigi keropos karena bakteri di gigi akan tumbuh subur. Bakteri yang hidup karena adanya gula dan tepung, bisa menimbulkan kerusakan gigi. Pasalnya, bakteri ini memproduksi asam yang akan merusak lapisan pelindung gigi. Bakteri tak akan berhenti sampai lapisan gigi, tapi akan terus menembus bagian yang lunak dari gigi. Bakteri ini dapat hidup sekalipun tak ada udara di dalamnya, selama waktu tak lebih dari sehari, gula dan tepung yang tersisa pada gigi inibisa mengakibatkan lubang pada gigi. Mustahil seorang ibu bisa tega melarang anaknya sama sekali tak mengonsumsi jenis makanan manis, seperti gula, permen, sirop dan coklat. Lantaran itulah, mengendalikan anak dalam mengonsumsi jenis makanan adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan. Selain juga, membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan, membiasakan anak minum air putih atau berkumur-kumur setelah mengonsumsi makanan tersebut.

  • Faktor waktu

Sebenarnya tak apa-apa bila sisa makanan tak dibersihkan dalam waktu sebentar. Tapi kalau lama, sisa makanan itu akan bertumpuk sehingga akhirnya terjadi iritasi ke gigi maupun gusi dan membuat keropos. Sebab, sisa makanan dalam mulut akan diubah menjadi asam. Nah, asam inilah yang akan mengiritasi gigi dari email. Dentin, saraf gigi, sampai ke akar gigi. Akibatnya, terjadi infeksi dan membengkak. Gusi yang bengkak juga akan membuat tulang rahang sakit.

  • Kebiasaan makan es batu

Jangan remehkan kebiasaan si balita yang suka makanes batu. Es batu bisa menyebabkan temperature suhu di rongga mulut menurun secara mendadak. Akibatnya, seluruh jaringan gigi akan rusak, misal, email gigi menipis. Padahal kita tahu, email adalah lapisan pelindung gigi. Jika email gigi menipis atau rusak, maka gigi tersebut mudah berlubang. Nah, bila si kecil sering mengeluh ngilu pada giginya, itu pertanda email giginya sudah menipis atau malah sudah “pergi” dari tempatnya. Selain itu, bila si kecil makan es batunya dikunyah atau digigit-gigit, bisa menyebabkan giginya cepat aus atau susut karena tergesek-gesek. Lebih parah lagi, giginya bisa patah, lo. Memang, sih, gigi tersebut akhirnya tanggal dan digantkan gigi baru yang sempurna. Namun sensitivitas gigi jadi berkurang hingga lama kelamaan bias berlubang juga. Orang tua harus dapat mengalihkan perhatian anak agar tak memakan es batu lagi. Misal, menggantinya dengan buah-buahan, yang bukan hanya tak merusak gigi, juga baik untuk kesehatan badan. Anak pun perlu diberi penjelasan secara bijak dan arif akan dampak yang ditimbulkan dari kebiasaannya makan es batu. Misal, “kalau Adek makan es batu, nanti gigi Adek akan sakit. Malah nanti gigi Adek bisa ompong. Kan, malu kalau enggak punya gigi.”

LAKUKAN PERAWATAN YANG TEPAT

Jadi, kendati gigi susu akan tanggal, ia tetap memerlukan perawatan yang benar. Ketahuilah, kerusakan pada gigi susu berjalan lebih cepat dibandingkan pada gigi tetap. Apalagi kerusakan itu mudah sekali menjadi karies yang ganas. Proses karies yang ganas akan cepat menjalar dari email ke dentin sampai pulpa. Perawatan sejak dini bias menghindarkan si kecil dari kerusakan gigi yang lebih parah. Misalnya, ke tulang di bawah gigi dank e rongga yang berisi pembuluh darah di bawah lapisan email gigi, yang dapat menimbulkan radang dan pembengkakan. Karena itulah, sejak dini, anak harus diajarkan menggosok giginya minimal dua kali sehari, sesudah sarapan dan menjelang tidur. Ajarkan pula untuk minum air putih seusai makan. Dianjurkan untuk memeriksakan gigi anak ke dokter setiap 6 bulan sekali, meskipun giginya tak bermasalah. Perawatan gigi yang tepat bukan hanya membuat gigi jadi sehat, tapi juga bagus. Gigi yang bagus akan membuat anak tampil menarik, lo. Rasa percaya dirinya pun jadi tambah mantap!    ( Sumber dari majalah anak nakita)

Selamat Hari Raya Imlek 2562

Seluruh team Dokter dan staf Dentia Dental Care Center mengucapkan Selamat Hari Imlek 2562, bagi yang merayakan , Semoga tahun kelinci ini membawa kebahagiaan dan kelimpahan bagi anda dan keluarga.

Terima kasih atas kesetiaan anda pada kami, kami senantiasa akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi anda.