"Resiko kerusakan Gigi Pada Anak"

drg. Nuniek Setyaningsih

Gigi susu anak jauh lebih berharga dari pada peri gigi yg diletakkan dibawah bantal seorang anak. Biasanya untuk membujuk anak supaya dicabut giginya,orangtua menganjurkan agar gigi tsb diletakkan dibawah bantal,agar diambil oleh peri gigi,dan ditukar dengan uang jajan, sebesar US$5.
Menurut data dari Pusat Kontrol Penyakit Amerika selama periode 5 tahun yg berakhir tahun 2004, ditemukan ada 28% dari seluruh anak2 usia 2 sampai 5 tahun mempunyai lubang gigi, dan 23% dari anak2 ini tidak mendapat perawatan untuk gigi yg rusak tersebut.

Kerusakan gigi ini disebut Karies/Lubang gigi Masa Balita, dan ini sekarang merupakan sumber paling umum untuk banyak penyakit kronis.

Idenya adalah, mulut sebagai jalan masuk kedalam tubuh.
Bila mulut tidak sehat, bagian tubuh yang lain juga tidak sehat,menurut Leonard Smith,spesialis dokter gigi anak Msc DDS , anggota terhormat Royal College of Canada, Diplomat dari Ikatan Dokter Gigi Anak Amerika, pendiri dan ketua dari organisasi Mulut Sehat Anak Sehat.

Karies Gigi Masa Balita disebabkan oleh yang paling nyata, yaitu tidak mendapatkan perawatan gigi anak2 (gigi susu),seperti misalnya menghindari gosok gigi dan memakai benang gigi sesudah makan dan minum.
Bagaimanapun, yang paling mengejutkan  penyebab Karies Gigi Masa Balita adalah toxic stress, yang dapat mempengaruhi perkembangan syaraf seorang anak, dimana ini menyebabkan mereka mudah terkena infeksi, penyakit jantung, diabetes, stroke.

Diambil dari dental news speak



























Gambar diambil dari : “Copyright ¬© 2012 Nucleus Medical Art, Inc. All rights reserved. www.nucleusinc.com”