Sudah Saatnyakah Mengganti Tambalan Lama Gigi Anda?

by drg. Trini Santi Pramudita

Seorang wanita berkonsultasi kepada dokter gigi, dan ia disarankan oleh dokter tersebut untuk mengganti tambalan giginya. Padahal wanita itu merasa bahwa giginya tidak sakit dan tambalannya masih baik. Wanita itu bertanya-tanya, mengapa ia perlu mengganti tambalan giginya?

Tambalan gigi memang tidak bertahan selamanya di dalam mulut. Perkiraan umur tambalan komposit (tambalan sewarna gigi) adalah lebih dari 10 tahun, seperti yang dikatakan Drake dkk. Namun, dalam buku “Change Your Smile” memberikan estimasi antara 5-8 tahun tergantung dengan jenis restorasi dan tingkat kooperatif pasien.

Jadi, bagaimana mengetahui sudah saatnya mengganti tambalan dengan yang baru? Banyak pasien menunggu sampai gigi sakit untuk mencari pengobatan. Sayangnya pada saat keadaan ini, akan diperlukan perawatan yang lebih kompleks seperti melibatkan perawatan saluran akar sebelum akhirnya gigi dapat direstorasi kembali.

Kerusakan pada tambalan dapat berupa celah yang sangat kecil. Pasien mungkin tidak mengetahui, terutama bila kerusakan itu belum menimbulkan keluhan rasa nyeri. Dengan adanya celah ini, partikel makanan dan bakteri penyebab pembusukan gigi dapat masuk dan terkumpul dibawah tambalan. Keadaan itu menimbulkan kerusakan atau karies gigi sekunder. Kerusakan yang tidak diketahui dan tidak ditangani bisa memicu infeksi pulpa gigi. Kondisi tersebut akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Misalnya, kematian gigi dan timbulnya pembengkakan.

Untuk memperpanjang umur dari tambalan, juga tergantung dari pemeliharaan dirumah. Menyikat gigi dengan teratur akan mencegah penumpukkan sisa makanan dan plak yang menempel pada gigi dan merusak tambalan. Minum-minuman seperti kopi, teh, kola, juga dihindari karena dapat menodai daerah yang telah ditambal dengan komposit. Begitu pula dengan merokok, penggunaan tembakau juga harus dihindari karena selain dapat merubah warna gigi juga dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Perubahan warna pada resin komposit dapat terlihat pada gambar dibawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Umur tambalan juga dipengaruhi oleh kebiasaan pasien mengunyah, menggigit, grinding gigi, penggunaan sikat gigi yang keras, pasta gigi yang abrasif. Selain itu, atas alasan estetik terkadang penggantian tambalan lama yang berwarna kehitaman dapat diganti dengan sewarna gigi, dengan indikasi terbatas.

 

 

 

 

 

 

 

Jangan ragu untuk temui dokter gigi anda dua kali setahun untuk pemeriksaan dan pembersihan. Dengan pemeriksaan yang seksama dan dibantu rontgen foto gigi, dokter gigi dapat memberi informasi apabila terdapat kerusakan pada tambalan gigi anda. Tak hanya mengembalikan fungsional gigi, namun anda juga dapat memiliki senyum yang menarik. Untuk informasi dan perawatan gigi anda, hubungi Dentia Dental Care Center, klinik perawatan gigi keluarga anda.

 

Ref:

  1. Dale, Barry G.,  Kenneth Ascheim. Esthetic Dentistry : a Clinical Approach to Techniques and Materials. 2nd ed. 2001. Mosby : New York.
  2. Goldstein, Ronald E. Esthetics in Dentistry. 2nd ed. 1998. BC Decker Inc: Canada
  3. http://dailyclinic.blogspot.com/2012/04