Kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari berakibat buruk pada gigi anak anda

by drg. Mery Cahyadi

children+toothbrush

Dalam keseharian kita, terkadang ada kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari kita lakukan. Tetapi tahukah anda bahwa kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di sekitar rongga mulut sejak dini oleh buah hati anda dapat berakibat buruk pada kondisi gigi geliginya?

Misalnya:

1. Kebiasaan menghisap jari/dot yang dilakukan dalam jangka panjang.
Menghisap ibu jari atau dot merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh hampir sebagian besar anak-anak, karena memberikan semacam perasaan nyaman. Tetapi jika kebiasaaan ini terus dilakukan sampai anak berusia lebih dari 4 tahun atau ketika gigi permanennya telah tumbuh,maka dapat berpengaruh pada bentuk rahangnya dan gigi atas kemungkinan menjadi maju ( tonggos ).

images-148 2. Minum susu dari botol sampai dibawa tidur semalaman.
Banyak kita jumpai gigi susu pada anak balita yang sudah keropos dan berwarna coklat kehitaman sebelum waktunya tanggal. Hal ini disebabkan karena adanya kebiasaan meminum susu dari botol dan dibawa sampai tertidur semalaman. Susu dari botol akan menggenangi gigi anak selama tidur sehingga memicu terjadinya lubang gigi. Segera lepaskan botol dari mulut anak bila sudah tertidur atau susu dalam botol telah habis. Bersihkan gigi dengan kain kassa yang dibasahi air hangat. Segera ganti kebiasaan minum dari botol dengan minum dari gelas jika anak sudah mampu melakukannya.

images-1353. Mengemut makanan
Seringkali kita temui anak-anak susah untuk makan, ketika mengunyah makanan maka mereka terbiasa mengemutnya, tidak segera ditelan. Keadaan ini dapat membuat gigi susu rentan berlubang karena makanan terus menempel dengan gigi dalam waktu yang cukup lama.

 

art-nov14. Bernapas melalui mulut.
Banyak anak-anak yang suka bernapas melalui mulut, terutama jika hidungnya sedang tersumbat. Tetapi jika hal ini menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam waktu yang berkepanjangan maka dapat mempengaruhi kondisi gigi anak anda yang dapat berakibat pada terjadinya gigi-gigi atas depan dan bawah tidak bertemu ( open bite). Selain itu bernapas melalui mulut tidak sehat karena udara yang dihirup langsung masuk ke dalam paru-paru tanpa adanya filter dari hidung, di mana terdapat bulu-bulu hidung yang berfungsi untuk menyaring partikel-partikel kotoran dari udara.

5. Menggigit kuku, pensil atau benda-benda lainnya.
Kebiasaan menggigit kuku biasa terjadi saat anak merasa bosan atau cemas, umumnya berlangsung tanpa disadari. Jika berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama, bisa menyebabkan beberapa hal seperti berpindahnya bakteri, jamur atau virus dari kuku atau benda-benda lainnya ke dalam rongga mulut, ausnya permukaan gigit pada gigi bahkan gigi dapat menjadi gompal ( chipping ).
Kebiasaan-kebiasaan sepele yang kerap dilakukan anak dapat berakibat buruk pada kondisi gigi dan rongga mulut serta kondisi kesehatannya secara umum. Maka peran orangtua sangat penting penting untuk memberikan kedisplinan kepada anak untuk menghentikan kebiasaan buruk pada anak dengan memberikan pengertian dan pendekatan secara psikologis.