Habis Makan, Jangan Langsung Sikat Gigi

by drg. Marsellina Soenarto

dimuat di majalah Intisari edisi Januari 2014
intisari-selly

 

Tahukah anda bahwa tiap orang memiliki tingkat keasaman yang berbeda-beda? pH (Potential of Hydrogen) adalah nilai yang digunakan untuk mengukur tingkat asam atau basa cairan tubuh, salah satunya air liur atau saliva. Dalam keadaan normal, saliva memiliki pH 6-7. Makin rendah pH saliva seseorang, kemungkinan terjadinya caries (gigi berlubang) cenderung makin tinggi. Tinggi atau rendahnya pH saliva di dalam mulut dipengaruhi antara lain oleh faktor genetik, kebersihan gigi dan mulut, kecepatan aliran saliva, keberadaan bakteri, juga jenis makanan yang dikonsumsi.

Erosi Gigi Kita sering mendengar anjuran, setelah makan sebaiknya menggosok gigi. Itu benar, tapi sebaiknya jangan dilakukan langsung. Penjelasannya begini. Setelah makan, di dalam rongga mulut kita terjadi proses demineralisasi, yaitu perubahan glukosa pada sisa-sisa makanan menjadi asam. Bakteri di dalam mulut akan menurunkan tingkat keasaman saliva menjadi pH kritis (di bawah 6). Secara perlahan pH yang turun tersebut akan naik kebali dalam waktu sekitar 20 menit. Oleh karena itu, bila terburu-buru menggosok gigi setelah makan, pH belum normal sehingga gigi justru akan lebih mudah berlubang. Idealnya, menggosok gigi sekitar 30 menit setelah makan.

Berkumur dengan air putih setelah makan juga dianjurkan untuk menetralkan kadar keasaman di dalam mulut, hkususnya bila mengkonsumsi makanan manis dan asam. Acid erosion (erosi gigi) merupakan proses hilangnya jaringan permukaan gigi yang disebabkan oleh proses kimiawi, dan tidak ada keterlibatan bakteri. Hal ini dapat terjadi pada orang yang gemar mengkonsumsi minuman bersoda, jus buah atau terkadang juga berhubungan dengan asam lambung. Gejala yang terjadi di dalam mulut berupa pengikisan email gigi. Pada acid erosion (erosi gigi) juga terjadi proses demineralisasi, sama dengan yang terjadi pada caries atau gigi berlubang.

Bedanya, pada caries, asam yang terbentuk adalah hasil fermentasi glukosa sisa-sisa makanan oleh bakteri dalam rongga mulut. Sedangkan pada acid erosion, asam yang terjadi karena proses kimiawi tanpa ada keterlibatan bakteri. Untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, gosoklah gigi secara rutin, dua kali sehari. Penggunaan dental floss/ benang gigi, juga efektif untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. Untuk penggunaan mouthwash, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi untuk petunjuk pemakaiannya. Jangan lupa untuk mengunjungi dokter gigi tiap 6 bulan sekali untuk regular check up.  (M. Takdir)