Jangan Sepelekan Gigi Ompong

by drg. Ricke Santoso, SpKG

Tidak sedikit orang yang kehilangan giginya, baik gigi depan maupun gigi belakang, sebagian ataupun seluruh gigi. Terkadang hal tersebut dianggap sepele karena kita tidak mengetahui akibatnya.
Mungkin untuk jangka pendek belum menimbulkan masalah, tetapi untuk jangka panjang akan menyebabkan beberapa masalah antara lain:
1. Miringnya gigi tetangganya ke ruang kosong bekas pencabutan dan dapat menyebabkan gigi menjadi jarang karena terbentuk celah. Akibatnya, makanan akan lebih mudah terselip yang lama kelamaan bila dibiarkan akan memicu timbulnya karies (lubang) baru dan radang gusi
2. Gigi antagonis akan turun ke arah ruang bekas pencabutan karena tidak ada yang mengganjal    sehingga gigi terlihat memanjang

dentia-1

3. Mengganggu proses pengunyahan. Orang yang kehilangan gigi akan mengalami kesulitan mengunyah sehingga proses pencernaan aman terganggu, apalagi jika yang hilang adalah gigi geraham. Ketidaknyamanan tersebut juga dapat membuat orang mengunyah hanya di satu sisi dan membuat sisi yang tidak digunakan menjadi tempat menumpuknya karang gigi.
4. Mempengaruhi nutrisi. Seseorang yang mengalami kehilangan gigi cenderung mengubah pola diet dengan mengkonsumsi makanan lunak sehingga akan berpengaruh kepada kesehatan seseorang secara keseluruhan.
5. Mempengaruhi penampilan terutama untuk gigi depan. Kehilangan semua gigi akan menyebabkan wajah terlihat lebih tua karena pipi akan nampak kempot dan bibir kelihatan menipis.
6. Kesulitan dalam mengucapkan kata-kata.

7. Menyebabkan perubahan pola gigitan yang pada akhirnya terjadi kerusakan sendi rahang dan gangguan ketika  membuka atau menutup mulut.
8. Menimbulkan dampak psikologis menjadi kurang percaya diri terutama bagi yang mengalami kehilangan gigi depan.

gigi2

 

Melihat banyaknya masalah yang dapat timbul dari membiarkan gigi tetap ompong, maka gigi yang telah dicabut sebaiknya segera diganti dengan gigi tiruan. Saat ini terdapat berbagai cara untuk mengganti gigi yang ompong. Salah satunya adalah dengan menggunakan dental implant. Dental implant adalah akar gigi buatan yang terbuat dari titanium yang  dipasang pada tulang rahang untuk menggantikan akar gigi asli. Implant ini berfungsi sebagai penyangga mahkota gigi buatan yang akan dipasang di atas implant yang sudah tertanam di dalam tulang. Hasilnya akan terlihat sangat natural dan nyaman seperti gigi asli.

Proses pemasangan dental implant berlangsung kurang lebih 30 menit – 1 jam. Setelah 6 bulan, implant sudah menyatu kuat dengan tulang (oseointegrasi) sehingga siap untuk dicetak dan dibuatkan gigi tiruan yang akan dilekatkan di atas implant tersebut. Selama  menunggu terjadinya proses oseointegrasi, akan dibuatkan gigi tiruan lepasan sementara agar tidak terlihat ompong.

Gigi  tiruan yang dipasang pada dental implant akan persis menyerupai dan terasa seperti gigi asli serta tidak akan terasa seperti menggunakan gigi palsu. Keutungan lainnya dari pemasangan dental implant sebagai pengganti gigi yang hilang adalah tidak perlu mengasah gigi tetangga untuk dijadikan pegangan.
Dental implant, yang sudah digunakan selama beberapa dekade, sudah terbukti aman dan efektif. Komplikasi sangat jarang terjadi. Banyak pasien yang merasa senang karena mereka merasakan kondisi yang sangat berbeda dari yang telah mereka bayangkan karena tidak terasa sakit. Mayoritas pasien akan kembali bekerja seperti biasa sehari setelahnya dan puas akan hasil akhirnya. Jadi tidak perlu ragu untuk mengganti gigi yang sudah dicabut dengan dental implant.

Klinik kami melayani jasa pemasangan dental implant ini, ditangani langsung oleh drg Djoko Micni SpBM, FICOI yang sangat berpengalaman dan handal.

gigi3