Bruxism

drg. Marcia Risdi

Malam hari suka terdengar bunyi mengganggu akibat gesekan gigi dari mulut orangtua/anak/pasangan? Itu dinamakan bruxism. Bruxism adalah kebiasaan mengertakan dan menggesekan gigi antara rahang atas dan bawah. Hal ini terjadi pada saat tidur dan tidak disadari karena biasanya orang lain yang akan memberitahukan masalah ini. Kemungkinan yang dapat terjadi karena bruxism adalah:

  • Abrasi gigi

dimana lapisan email akan terkikis sedikit demi sedikit sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap panas/dingin serta saat menggigit makanan

  • Fraktur/retak pada gigi
  • Iritasi pada pipi

berupa garis karena beradunya gigi geligi, biasa pada daerah geraham dan terjadi saat penderita tidur menyamping

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada otot dan sendi rahang
  • Perubahan pada cara menggigit/mengunyah makanan

ketajaman gigi akan terkikis dan berpengaruh saat makan. Karena perubahan ini, penderita secara tidak langsung akan diarahkan untuk menggigit menggunakan gigi yang tidak rusak/sehat.

  • Resesi pada gusi

Banyak cara untuk mengatasi bruxism,salah satunya yaitu pembuatan alat yang disebut ‘night guard’. Alat ini dibuat untuk rahang atas dan bawah sesuai dengan keadaan gigi geligi. Kegunaannya adalah untuk melindungi permukaan gigi dari gesekan dan mencegah sakit kepala dan nyeri pada sendi rahang berkembang.

ket : gambar  dari website washingtonpost.com

8 thoughts on “Bruxism

  1. saya pernah mengalami saat menguap mulut tak mau menutup , ini sdh yg ke 3 kalinya , kejadian ke 2 sekitar 3 – 4 tahun yg lalu penangganannya saya di larikan kerumah sakit , sedangkan yg terakhir ini baru beberapa hari yg lalu itupun bukan karena menguap yg terlalu besar .
    yang ingin saya tanyakan apakah penyebabnya , ke dokter apa saya harus konsultasi , apakah penyakit ini dapat disembuhkan
    terima kasih atas perhatiannya

    • Dear Susanto
      Untuk penyebab mengapa setelah menguap tidak bisa menutup mesti diketahui apakah pernah kena trauma sebelumnya. Karena ada beberapa penyebab termasuk karena bentuk anatomi dari eminensia yang landai sehingga kepala sendi bergerak keluar saat membuka mulut lebar. Mesti dilihat apakah perlu dibuatkan splint. Tetapi ada tindakan yang perlu dilakukan yaitu membatasi membuka mulut lebar seperti menguap, makan makanan yang tidak keras. Bila disebabkan karena trauma maka setelah pemakaian splint dan tindakan pendukung selama setahun biasanya akan membaik kondisinya.
      Untuk konsultasi silahkan hubungi klinik kami, 021-5635991-2, 021-5632831, Dentia Dental Care Center,
      Terima kasih, drg. Henny Susanty, Dentia Dental Dentist Team

  2. saya mengalami resesi gusi,apakah ada cara lain selain harus mencabut gigi yg gusinya mengalami resesi,krn sdh 3 yg dicabut,dan msh 2 lg yg menyusul,sehingga nantinya disarankan menggunakan gigi palsu.krn beberapa artikel yg saya baca ada cara penambalan di akar gigi atau cangkok gusi,apakah benar?? Terima kasih atas perhatiannya

    • Dear Oktaria,
      Resesi gusi adalah hilangnya jaringan gusi yang menyebabkan terbukanya akar gigi. Penanganannya pun tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.Penyebab resesi gusi bermacam-macam, selain penyakit jaringan perio (jaringan pendukung gigi), posisi gigi dalam lengkung rahang, iritasi kawat gigi,ataupun penyikatan gigi yang terlalu agresif.
      Berdasarkan tingkat keparahan, penanganan terhadap resesi gusi pun bermacam-macam. Pada kasus ringan,ada kemungkinan permukaan akar hanya terbuka sedikit, cukup dioles dengan bahan desensitisasi untuk mengurangi hipersensitivitas pada pasien,atau dilakukan penambalan, ada juga yang disertai dengan perawatan saraf gigi. Pada kasus yg berat, biasanya disertai dengan kegoyangan gigi yang lebih berat,sehingga gigi tersebut tidak dapat dipertahankan, sehingga akhirnya dicabut.
      Tetapi janganlah kuatir,ilmu dan tehnologi kedokteran gigi telah berkembang dan terdapat beberapa jenis gigi palsu yang dapat dipilih, sehingga anda dapat terbebas dari periode tak bergigi.
      Demikian informasi yang dapat saya sampaikan,semoga membantu. Untuk konsultasi, silahkan hubungi Dentia Dental Care Center 021-5635991,5635992,5632831
      Terima kasih, drg. Marsellina Soenarto, Dentia Dental Dentist Team.

  3. saya pernah mengalami tidak bisa menutup mulut setelah menguap, sudah yang ketiga kalinya, yang terakhir beberapa hari yang lalu sehingga saya harus dilarikan ke UGD. dokter hanya membetulkan rahang saya dan mengatakan bahwa saya harus menjalani operasi rahang. Yang saya tanyakan apakah jalan operasi harus ditempuh? sampai sekarang saya masih trauma dan takut untuk operasi, belum lagi biaya operasi yang mungkin sangat mahal, Dan dimana alamat klinik dentiadental ini? Trimakasih.

    • Feris
      Kondisi yg kamu alami adalah dislokasi sendi rahang, yg sulit untuk diperbaiki , untuk operasi pun hrs ke ahli rekonstruksi rahang. Mungkin cara yg paling sederhana adalah mengontrol bukaan mulut, yaitu jangan terlalu lebar, atau menguap jangan terlalu maksimal membukanya. Bila ada gigi yg ompong segera diberi gigi palsu spy kondisi ini tdk semakin parah.
      Kami ada di Ruko Sentra Bisnis Tanjung Duren Blok A-7 dan Puri Indah E1-48, Jakarta Barat
      Untuk konsultasi silahkan hubungi klinik kami, 021-5635991-2, 021-5632831, Dentia Dental Care Center,
      Terima kasih, drg. Djoko Micni, SpBM, FICOI, Dentia Dental Dentist Team

    • Alma,

      Informasi harga kami kirimkan via email.

      Untuk informasi, konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut, silahkan hubungi klinik kami,

      Dentia Dental Care Center 021-5635991,5635992, 5632831, 5130-0818.

      Terima kasih,
      Dentia Dental Dentist Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>