Kenapa Sih Gigi Saya Tidak Dapat Langsung Ditambal Permanen Dalam 1 Kali Kunjungan?

by drg. Ricke Santoso SpKG, FIPGU

Sering kali kita mengeluh: Kenapa sih harus bolak-balik ke dokter gigi? Kenapa sih harus ditambal sementara dulu? Ga bisa langsung ditambal permanen saja?

Nah… Biasanya yang memerlukan kunjungan berkali-kali adalah gigi yang lubangnya sudah dalam sekali. Gigi yang bolongnya sudah dalam dan mencapai rongga saraf (ruang pulpa), harus dilakukan perawatan saluran akar sebelum dapat ditambal permanen.

 

endodontik2

 

 

 

 

 

 

 

Tujuannya apa sih?
Jika lubang sudah mencapai rongga saraf (ruang pulpa), maka kuman dapat masuk ke ruang pulpa lalu menyebar sampai ke ujung akar melalui saluran akar yang ada di dalam gigi. Kemudian akan menyebabkan infeksi sampai ke jaringan di sekitar gigi tersebut. Jika hal tersebut terjadi, maka saluran akar gigi tersebut harus dibersihkan secara sempurna agar bersih dari kuman. Inilah yang dinamakan dengan perawatan saluran akar.

Tujuan dari perawatan saluran akar adalah untuk mengangkat seluruh jaringan saraf gigi  yang sudah busuk karena  terinfeksi  kuman, lalu menutup saluran akar yang sudah bersih dengan bahan khusus untuk menghindari terjadinya masalah di masa yang akan datang. Jika langsung ditambal permanen tanpa dibersihkan saluran akarnya terlebih dahulu, suatu saat akan menyebabkan sakit yang luar biasa atau bahkan sampai bengkak dan bernanah pada gusi yang berada di dekat gigi tersebut. Apabila dari awal datang ke dokter gigi dalam keadaan bengkak, maka sudah hampir dapat dipastikan tidak dapat langsung dilakukan penambalan permanen karena harus diobati dahulu sampai bengkaknya hilang.

Cara membersihkannya juga tidak mudah. Terkadang gigi juga memiliki anatomi saluran akar yang unik sehingga lebih sulit untuk dibersihkan sampai ke ujung akar. Pada gigi belakang, terdapat lebih dari 3 saluran akar sehingga untuk membersihkannya membutuhkan waktu lebih lama. Terkadang tidak dapat dibersihkan sempurna hanya dengan 1 kali kunjungan.

Setelah berhasil dibersihkan, ke dalam gigi tersebut diberi obat untuk meyakinkan bahwa gigi itu benar-benar steril dari kuman. Lalu diberi tambalan sementara terlebih dahulu selama kurang lebih 1 minggu. Setelah 1 minggu biasanya dijadwalkan kontrol kembali untuk dilanjutkan perawatannya. Apabila sudah steril dan gejala sakit pada gigi tersebut hilang, barulah dapat ditambal permanen.
Oleh karena itu, perawatan saluran akar ini membutuhkan ketekunan dan motivasi dari pasien. Ada kalanya membutuhkan 2,3, atau bahkan 4 kali kunjungan tergantung tingkat keparahan infeksi.
Jadi harap bersabar ya… Demi mendapatkan hasil perawatan yang lebih baik ☺ Terima kasih ☺

 

PENTINGNYA PEMBUATAN CROWN SETELAH PERAWATAN SALURAN AKAR

by drg. Ricke Santoso, SpKG

Perawatan saluran akar/ endodontik biasanya memerlukan beberapa kali kunjungan. Namun setelah perawatan tersebut selesai, terkadang kita menunda restorasi yang berupa crown. Biasanya karena mempertimbangkan harganya yang lebih mahal daripada sekedar tambalan biasa. Sebenarnya apa resiko yang mungkin terjadi bila tidak dilakukan restorasi crown? Salah satu resiko yang paling sering dialami pasien adalah giginya pecah secara tiba-tiba atau setelah menggigit sesuatu yang keras. Saat datang kembali, pasien mengeluh : “Dok, tambalan saya pecah dan terasa sakit”. Saat diperiksa ternyata bukan tambalannya saja yang pecah, melainkan gignya juga ikut pecah. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena gigi yang telah dirawat saluran akarnya biasanya hanya tersisa dinding yang sudah tipis akibat bolong yang sudah besar ditambah dengan pembuatan akses untuk dllakukan perawatan saluran akar. Berikut adalah gambar gigi yang berlubang dan dirawat saluran akar.

foto-1foto-2


Terlihat bahwa dinding mahkota gigi sudah tipis. Jika terkena tekanan kunyah berlebih dan terus-menerus (terutama gigi belakang), bukanlah hal yang tidak mungkin kalau gigi beserta tambalannya tiba-tiba saja pecah. Kalau sudah pecah jadi sia-sia deh perawatan yang sudah dijalani, karena dengan terpaksa gigi tersebut harus dicabut jika patahnya sudah dalam. Seperti dapat dilihat pada gambar berikut.

foto-3

foto-4

Crown disini berfungsi untuk melindungi gigi karena terbuat dari bahan yang kuat menahan tekanan kunyah, contohnya terbuat dari logam, logam+porselen, dan all porselen. Crown dibuat menyelimuti gigi sehingga tekanan kunyah jatuhnya lebih merata, oleh sebab itu gigi terhindar dari resiko pecah/ patah. Selain itu juga dapat memperbaiki bentuk gigi ke keadaan semula dan mengembalikan fungsinya. Jadi gigi yang sudah dilakukan perawatan saluran akar sebaiknya cepat dilakukan restorasi berupa crown.

foto-5

foto-6

foto-7

foto-8

foto-9

 

GIGI SAYA BOLONG… MENGAPA SAKIT SEKALI ?? BAGAIMANA CARA PENANGANANNYA ??

drg. Ricke Santoso

Gigi terdiri dari 3 lapisan yaitu bagian terluar email, bagian tengah adalah dentin, dan bagian paling dalam adalah pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah.

Ketika gigi mulai bolong / mengalami karies, kedalamannya dapat semakin bertambah apabila tidak segera dilakukan penambalan. Gigi akan terasa ngilu saat minum dingin jika kedalaman karies sudah mencapai lapisan dentin. Namun jika kedalaman karies terus bertambah dan semakin mendekati ke rongga pulpa, maka timbul rasa sakit yang hebat karena telah merangsang saraf dan ruang pulpa mulai terinfeksi bakteri. Sakitnya berupa sakit spontan dan berdenyut walaupun tanpa adanya rangsangan berupa makanan dan minuman. Jika keadaan seperti ini didiamkan tanpa perawatan, lama kelamaan dapat mengakibatkan bengkak dan timbul nanah pada gusi. Segeralah datang ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga infeksi segera tertanggulangi dan tidak menyebar.

Penanganan yang dokter gigi berikan adalah pertama-tama untuk menghilangkan rasa sakitnya terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan perawatan saraf gigi (root canal therapy). Perawatan saraf gigi adalah suatu usaha menyelamatkan gigi terhadap tindakan pencabutan. Perawatan ini biasanya dilakukan dalam beberapa kali kunjungan tergantung dari keadaan gigi. Dalam perawatan ini, ruang pulpa dibersihkan dari bakteri sumber infeksi. Setelah ruang pulpa steril, dilakukan penututupan akar sehingga bakteri tidak dapat masuk kembali. Kemudian perawatan dapat dilanjutkan ke tahap akhir yaitu mengembalikan bentuk gigi seperti semula. Hal ini dapat dilakukan dengan pemasangan mahkota selongsong (jacket crown) ataupun onlay. Pembuatan mahkota selongsong / onlay dimaksudkan untuk menghindari pecahnya gigi karena sisa struktur gigi yang sehat sudah tinggal sedikit akibat bolong yang besar dan dalam.

Oleh sebab itu janganlah takut untuk menjalani perawatan saraf gigi karena perawatan ini justru bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit yang anda alami dan membersihkan gigi dari segala sumber infeksi sehingga gigi tersebut dapat dipertahankan lebih lama dan terhindar dari pencabutan.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anda, lakukan pemeriksaan secara berkala (general check up) ke dokter gigi anda, minimal 6 bulan sekali.

Mumifikasi atau Perawatan Saluran Akar

Drg. Anastasia Elsa Prahasti, SpKG

Pada gigi dengan keluhan sakit spontan, terasa berdenyut, pilihan perawatan yang mungkin dikerjakan oleh dokter gigi adalah perawatan mumifikasi dan perawatan saluran akar. Walaupun dilakukan pada kondisi gigi yang serupa, tetapi kedua perawatan ini memiliki perbedaan, baik secara tahapan pekerjaan maupun hasil yang dituju.

anatomi20gigi2pulpa1

Dalam perawatan mumifikasi dilakukan devitalisasi gigi (gigi dimatikan) dengan memasukkan bahan tertentu ke dalam ruang pulpa, kemudian disertai dengan sterilisasi pulpa. Minimal dilakukan 2 kali penggantian obat untuk sterilisasi, kemudian bila pada kunjungan berikut sudah tidak ada rasa sakit pada tes ketuk, maka ruang pulpa diberi obat mumifikasi dan pada kunjungan berikutnya lagi bisa ditumpat permanen.

images

Keterangan gambar :
Pada mumifikasi, saluran akar (warna kuning) tidak disentuh. Perawatan hanya pada ruang pulpa (warna putih)

Dalam perawatan saluran akar (atau dalam hal ini dinamakan pulpektomi), maka mula-mula pasien akan dianestesi untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul saat perawatan, kemudian dibuka atap pulpa dan pengangkatan jaringan pulpa sampai ke foramen. Kemudian dilakukan pembersihan dan pembentukan saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen) dan pada akhir kunjungan saluran akar akan diberi pasta untuk mensterilkan seluruh sistem saluran akar. Pada kunjungan berikutnya, saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen) akan diisi dengan suatu bahan yang dinamakan gutaperca, dan disesuaikan dengan keadaan gigi dapat langsung ditumpat atau diperlukan perencanaan pembuatan pasak dan mahkota selubung.

rootcanal-33

Kesimpulannya, perawatan mumifikasi dilakukan setelah gigi dimatikan dan hanya terbatas pada ruang pulpa; sementara pulpektomi menyeluruh hingga mencapai foramen apikal. Pada banyak literatur didapatkan bahwa perawatan kedokteran gigi modern sudah tidak mengacu pada perawatan mumifikasi melainkan pada pulpektomi. Perawatan pulpektomi mungkin memerlukan proses lebih panjang karena perawatannya lebih kompleks, tetapi dengan tujuan hasil akhir yang lebih memuaskan dan tanpa menggunakan bahan untuk mematikan saraf gigi.