Sakit Gigi, Berjuta Rasanya

Sakit gigi? Aduh, mana tahan. Kalau lagi sakit gigi, perilaku orang bisa macam-macam. Tak sedikit yang jadi pemarah dan mudah tersinggung. Pendeknya, sakit gigi berjuta rasanya!

Atau, dengarlah sekali lagi cerita tentang ‘kekejaman’ sakit gigi : “Paling tidak enak kalau lagi sakit gigi. Buat mengunyah makananpun terasa sakit, belum lagi bila sakitnya itu terasa sampai ke kepala, nyut-nyutan rasanya” kata Lusi (27), karyawati swasta yang akan memeriksakan giginya di sebuah klinik.

Ah, pasti masih banyak lagi yang mengalami masalah seperti Lusi. Atau malah lebih heboh lagi. Yah, sakit berjuta rasanya.

Dalam seminar ilmiah “Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut” di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Sabtu 13/9 drg Risqa Rina Darwita dari FKG UI bagian kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan mengatakan keluhan dan penyakit gigi timbul karena kurang perhatiannya kita pada kebersihan dan kesehatan gigi.

“Sering kali kita meremehkannya. Padahal, kalau dipikir, lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati,” kata Risqa.

Untuk mencegah sakit gigi, kata Risqa, perlu adanya pengetahuan tentang perawatan gigi. Terutama mengenai gigi berlubang harus diwaspadai, jangan dianggap enteng.

Menurut risqa, penyakit dan keluhan yang sering dijumpai dan mudah dikenal oleh masyarakat adalah gigi berlubang. Bisa dikatakan, gigi berlubang merupakan angka paling tinggi kejadiannya di Indonesia, yaitu 80%. Selkain itu, ada penyakit gusi berdarah, sariawan, karang gigi dan bau mulut.

Secara umum, penyebab timbulnya karang gigi dan gigi berlubang serta penyakit gigi lainnya adalah plak. Plak yang tidak dibersihkan dari lapisan luar gigi akan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut kan mengeluarkan zat yang bersifat asam dan sifat zat ini akan menghancurkan jaringan lunak (misalnya gusi).

Mikroorganisme, misalnya golongan streptococcus mutan bersifat menghancurkan jaringan keras gigi (email) Disamping itu, mikroorganisme juga mendukung perubahan plak yang tidak dibersihkan sehingga menjadi karang gigi.

Risqa menyayangkan masih banyak orang yang meremehkan masalah gigi berlubang. Banyak orang yang menganggap giginya tidak sakit, meski berlubang. “Hanya karena gigi berlubang, belum tentu terasa sakit,” kata risqa.

Gigi berlubang akan mulai terasa nyeri, sakit karena infeksi di akar gigi telah mencapai ujung-ujung syaraf.

Sebagai tambahan, ada pula yang mengeluhkan sakit gigi bagian belakang atau biasa disebut pertumbuhan geraham bungsu. Keadaan ini disebabkan karena gigi terakhir tidak dapat keluar dengan sempurna, sehingga sukarnya pembersihan untuk dilakukan pada gigi tersebut. Akibatnya terjadi peradangan pada jaringan penyangga gigi yang tidak disadari oleh individu. Pada akhirnya terjadilah infeksi pada jaringan penyangga tersebut.

Penyakit gigi dan mulut yang harus diketahui sejak dini adalah penyakit-penyakit yang mengenai jaringan lunak pada mukosa (selaput lendir pada pipi bagian dalam) mulut, bibir dan lidah, hingga yang mengenai kelenjar ludah. Penyakit-penyakit tersebut dapat pula menggambarkan keadaan suatu kelainan dari penyakit sistemik. Misalnya, ditemui banyak lagi lesistomatitis aphtosa (penyakit mukosa mulut) Yang tidak sembuh dalam waktu lama. Dapat dicurigai sebagai gejala dari terjangkit HIV/AIDS.

Adapun penyakit lain yang sering mengenai jaringan lunak disebabkan karena kekurangan unsur-unsur vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh jaringan mulut, misalnya pada bibir sumbing.

Menurut para peneliti, slah satu penyebab bibir sumbing karena kekurangan mineral seng. Penyakit gigi-mulut yang paling ditakuti antara lain penyakit kanker baik pada bibir maupun jaringan lunak lainnya di rongga mulut.

Oh ya, bau mulut itu pun sebenarnya juga menjadi masalah. Namun, sering kali terjadinya tidak saja pada orang yang sedang bermasalah pada giginya. Tak jarang pula diderita oleh mereka yang memiliki mulut yang sehat. Holitosis atau bau mulut bisa timbul selain dari ringga mulut itu sendiri, juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor dari dalam tubuh, misalnya pada orang yang baru saja makan pete atau jengkol, merokok. Sedangkan dari rongga mulut disebabkan adanya gigi berlubang, gusi berdarah, karang gigi serta sejumlah air liur yang kurang dari jumlah normal.

Sumber Suara Pembaruan, Minggu 21 September 2003.

One thought on “Sakit Gigi, Berjuta Rasanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>