Healthy Teeth, Healthy Kids

by drg. Anna Aurelia

children+toothbrush Pernahkah anak ibu mengalami sakit gigi sampai ia tidak mau makan dan hanya duduk sambil memegangi pipinya atau menangis? Jangan anggap kecil masalah kesehatan gigi anak anda.

Saat anak berusia 6 bulan gigi susu pertamanya mulai tumbuh dan mencapai jumlah 20 buah pada usia 2.5 tahun. Ketika ia berusia 6 tahun gigi tetap pertamanya akan tumbuh (gigi molar 1, terletak di paling belakang), kemudian satu per satu gigi susu nya akan goyang dan digantikan oleh gigi permanen.

Meskipun nantinya akan digantikan oleh gigi permanen, gigi susu memegang peranan yang amat penting:
1.    Fungsi pengunyahan
Gigi geligi yang sehat diperlukan agar anak anda dapat mengunyah makanannya dengan baik. Bila giginya berlubang besar dan sakit atau bengkak, anak akan menjadi malas makan dan tumbuh kembang nya dapat terganggu karena berkurangnya jumlah nutrisi. Sakit gigi juga dapat menyebabkan konsentrasi belajarnya menurun dan mengganggu aktivitas harian si kecil.
2.    Fungsi estetik (penampilan)
Anak usia sekolah akan mulai memperhatikan teman-teman sepermainannya. Bila anak anda giginya berlubang, terutama di bagian depan (gigi berwarna cokelat kehitaman) sementara teman-temannya memiliki gigi yang putih bersih bisa jadi ia merasa minder dan kurang percaya diri.
3.    Menjaga tempat dan sebagai penuntun pertumbuhan gigi tetap
Saat anak anda berusia 6 tahun gigi susu depan bawah nya akan mulai goyang. Kegoyangan terjadi karena akar gigi susu sedikit demi sedikit terkikis oleh gigi tetap yang akan tumbuh, sampai gigi tersebut akhirnya lepas atau dicabut dan akan digantikan oleh gigi tetap. Gigi susu yang sehat berfungsi menjaga ruangan di rahang dan penuntun agar gigi tetap pengganti tumbuh di tempat yang benar. Pencabutan gigi susu sebelum waktunya dapat mengakibatkan pergeseran gigi tetap molar 1 ke arah depan (mesial drifting) sehingga ruangan berkurang dan gigi tetap tumbuh berjejal.

Karena peranan gigi susu amat besar, maka kita harus menjaganya agar tetap bersih dan sehat. Biasakan anak anda menyikat gigi 2 kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Buatlah aktivitas menyikat gigi menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ajak anak sambil bermain atau bernyanyi agar ia bersemangat. Orang tua juga dapat menyikat gigi bersama anak sambil mencontohkan cara menyikat gigi dengan benar. Anak akan meniru kebiasaan orang tuanya, maka berilah contoh dengan menanamkan kebiasaan baik pada anak anda.

Kurangi pemberian permen, coklat, atau makanan dan minuman manis lainnya. Coba ganti cemilan anak dengan buah-buahan. Bila membuat jus buah atau susu sebisa mungkin jangan ditambahkan gula lagi. Bagi anak yang masih mengedot, jangan biasakan minum susu sampai tertidur. Sisa susu yang menempel semalaman di giginya akan diproses menjadi asam sehingga gigi mudah berlubang. Setelah minum susu ia harus menyikat gigi baru kemudian tidur. Jika anak sudah dapat minum dari gelas sebaiknya biasakan ia minum susu dari gelas saja, karena mengedot terlalu lama dapat menyebabkan gigi depan anak menjadi maju (tonggos).

Bawa anak anda mengunjungi dokter gigi secara rutin. Dukungan orang tua sangat penting, berilah ia pujian atau hadiah bila ia bersikap baik selama kunjungan tersebut. Jangan menakut-nakuti anak bila ia nakal akan dibawa ke dokter untuk disuntik atau dicabut giginya. Hal tersebut membuat anak trauma dan berpikir bahwa pergi ke dokter adalah sebuah hukuman. Lubang gigi yang kecil bisa ditambal, bila sudah terkena saraf dapat dilakukan perawatan saluran akar. Sebisa mungkin gigi tidak dicabut sampai saatnya digantikan oleh gigi tetap. Bila terpaksa dicabut alternatifnya dapat dibuatkan “space maintainer” untuk menjaga ruangan gigi tetap dan menghindari bergesernya gigi molar 1 tetap. Gigi tetap yang sudah tumbuh dapat diberi perlindungan fissure sealant untuk mencegah lubang. Selain itu dapat juga diberikan fluoridasi topical untuk memperkuat gigi.

Menyikat Gigi Sesuai Usia Anak

drg. Anna Aurelia

Menjaga kesehatan gigi anak sangatlah penting, karena gigi susu yang sehat merupakan penuntun pertumbuhan gigi tetap si kecil. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi anak. Bayi yang belum memiliki gigi pun sebaiknya sudah dibiasakan membersihkan giginya.  

Berikut ini adalah beberapa tips menyikat gigi sesuai dengan usia anak:

–          Bayi 0-12 bulan

Meskipun belum tumbuh gigi, sisa susu dapat menempel di gusi dan lidah bayi. Untuk membersihkannya, gunakan kasa yang dicelup air hangat lilitkan di ujung jari telunjuk ibu, lalu usapkan perlahan pada lidah dan gusi bayi. Gigi bayi mulai tumbuh pada usia sekitar 6 bulan. Setelah giginya tumbuh anda dapat tetap menggunakan kasa dan air hangat atau sikat gigi khusus bayi (gambar 1). Jangan gunakan pasta gigi dahulu. Biasakan bayi menyikat giginya 2 kali sehari, terutama pagi hari dan malam sebelum ia tidur.

–          Anak 1-3 tahun

Ketika anak memasuki usia 1 tahun anda dapat mengganti sikat giginya dengan sikat gigi khusus anak. Pilih sikat gigi berbulu lembut dengan kepala sikat yang kecil agar dapat menjangkau gigi belakang anak. Anda juga dapat mulai menggunakan pasta gigi khusus anak yang aman bila tertelan, cukup sedikit saja, selapis tipis sampai usia anak 2 tahun, setelahnya gunakan pasta gigi sebesar kacang polong (gambar 2).

Untuk anak di bawah 3 tahun sikat gigi sebaiknya tetap dilakukan oleh orang tua.

Posisikan kepala anak di pangkuan orang tua (gambar 3), kemudian sikat giginya dengan perlahan, jangan lupa bersihkan lidahnya juga, setelah itu ajarkan anak untuk berkumur dengan benar. Sambil membersihkan gigi si kecil anda dapat memperhatikan kondisi giginya. Bawa anak ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan giginya 6 bulan sekali agar ia terbiasa dan pergi ke dokter gigi tidak lagi menjadi kegiatan yang menakutkan.

–          Anak 3-5 tahun

Setelah berusia 3 tahun anak dapat menyikat giginya sendiri, tapi tetap membutuhkan bimbingan orang tua. Ajak anak berdiri di depan kaca dan bimbing ia menyikat giginya dengan benar (gambar 4). Bila ia sudah dapat menyikat giginya sendiri, tetap berikan contoh yang baik. Menyikat gigi bersama si kecil setiap pagi dan malam sebelum tidur dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mempererat hubungan orang tua dan anak.

Untuk anak-anak yang mulai tumbuh gigi tetap sebaiknya dilakukan Fissure sealant untuk gigi tetap sehingga mencegah gigi tersebut berlubang. Kunjungi dokter gigi anda secara berkala, minimal 1x tiap 6 bulan.

APA ITU FISSURE SEALANT ??

by drg. Ricke Santoso

Gigi belakang ternyata merupakan gigi yang paling sering mengalami karies/ bolong baik pada gigi susu maupun gigi tetap. Hal ini disebabkan karena gigi belakang memiliki banyak fissure.  Fissure sebenarnya merupakan bentuk anatomi normal dari gigi yang berbentuk seperti parit-parit kecil yang terdapat pada permukaan kunyah gigi-gigi belakang. Pada beberapa orang, bentuk fissure ini cukup dalam sehingga menyebabkan plak dan sisa makanan dapat menempel di daerah tersebut sulit dibersihkan dengan sikat gigi . Hal ini menjadikan parit tersebut merupakan tempat yang paling rentan mengalami karies.

Pit and fissure sealant atau yang lebih dikenal dengan nama FISSURE SEALANT adalah sebuah bahan yang diaplikasikan pada parit tersebut sehingga tercipata lapisan tipis yang berguna untuk menjaga permukaan kunyah gigi bebas dari karies. Dengan bahan sealant ini, fissure yang dalam akan ditutup sehingga tidak lagi menjadi tempat perlekatan plak dan sisa makanan dan gigi menjadi lebih mudah dibersihkan.

Sealant ini akan sangat berguna jika diaplikasikan pada gigi anak-anak untuk mencegah terjadinya karies pada gigi belakang. Gigi belakang permanen (gigi molar tetap) akan tumbuh di usia 6 tahun, dan pada saat itu pula tingkat kesadaran anak usia 6 tahun untuk membersihkan giginya masih kurang. Selain letak gigi tersebut yang berada di paling belakang sehingga gigi tersebut sulit dibersihkan dengan sikat gigi, anak-anak juga sering mengkonsumsi makanan manis. Jadi sebelum terjadi karies, sangat direkomendasikan agar giginya diberi fissure sealant, terutama pada anak yang memiliki resiko karies yang tinggi. Lain halnya dengan gigi susu, yang jika tanggal akan tumbuh gigi penggantinya, gigi tetap tidak ada penggantinya lagi. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian ekstra untuk menjaga gigi tersebut sejak usia dini. Disarankan untuk berkonsultasi dengan tim dokter gigi kami agar mendapat tindakan pencegahan terhadap karies sedini mungkin, terutama bagi anak yang rentan mengalami karies.