My Wisdom Tooth

by drg. Anna Aurelia

“Aduh gigi paling belakang saya sudah beberapa hari sakit sekali dok, saya jadi susah membuka mulut dan makan. Saya sudah lihat di kaca tidak ada gigi yang berlubang, mengapa bisa sakit sekali ya?”

Pernahkah anda merasa sakit di gigi rahang bawah paling belakang padahal tidak terlihat ada lubang gigi? Mungkin rasa sakit tersebut disebabkan oleh gigi bungsu yang impaksi. Gigi molar ketiga sering disebut gigi bungsu karena ia merupakan gigi terakhir yang tumbuh atau wisdom tooth karena seringkali ia tumbuh ketika kita memasuki usia di atas 17 tahun (dewasa muda). Sebagian besar manusia modern memiliki masalah dengan gigi bungsunya. Makanan yang lunak membuat rahang kita semakin mengecil karena kurangnya rangsangan untuk pertumbuhan rahang dan membuat gigi bungsu kekurangan tempat sehingga letaknya miring (impaksi).

impacted1

 

 

 

impacted2

 

 

 

impacted3

 

 

 

Gigi yang impaksi ini kemudian dapat menimbulkan berbagai masalah, contohnya:
1. Perikoronitis/Operkulitis
Gigi bungsu yang miring seringkali sulit dibersihkan sehingga banyak makanan terselip dan membuat gusi di sekitar gigi tersebut iritasi dan membengkak.

perikoronitis a

 

 

 
 
 

perikoronitis b

 

 

 
 
 

Operkulitis adalah pembengkakan gusi di atas gigi bungsu yang sedang tumbuh.

2. Gigi berlubang
Makanan yang sering terselip lama kelamaan juga dapat menyebabkan lubang di gigi bungsu tersebut atau pada gigi di depannya.

caries 1

 

 

 
 
 

caries 2

 

 

 
 
 

3. Bengkak disertai nyeri dan keterbatasan membuka mulut
Gigi impaksi dapat juga terinfeksi dan menyebabkan bengkak disertai nyeri yang menyebar ke leher, telinga, atau ke gigi geligi di depannya. Terkadang disertai keterbatasan pembukaan mulut sehingga menyulitkan untuk makan dan menyikat gigi.

Lalu apa yang harus dilakukan bila kita memiliki gigi bungsu yang impaksi? Cara terbaik adalah dengan melakukan odontektomi (OD) atau operasi kecil untuk mengangkat gigi tersebut. Mungkin anda bertanya-tanya mengapa harus dilakukan operasi, tidak bisa dicabut biasa saja?

Gigi bungsu letaknya miring dan belum tumbuh sempurna sehingga perlu dilakukan operasi kecil untuk mengeluarkannya. Dengan pencabutan biasa gigi tersebut tidak dapat keluar karena akses yang minimal.

Tidak perlu takut untuk melakukan OD, tindakan ini sangat aman. Sebelum OD dilakukan pasien akan diberikan anestesi lokal sehingga tidak akan terasa sakit selama prosedur dilakukan. Setelahnya juga akan diberikan antibiotik, obat penahan sakit, dan antiinflamasi. Merupakan hal yang wajar bila terjadi pembengkakan selama beberapa hari setelah dilakukan OD, pembengkakan tersebut akan menghilang tanpa bekas dalam beberapa hari.

Sesudah melakukan tindakan OD pasien disarankan untuk tidak banyak berkumur, meludah, menghisap dan memainkan area paska OD, merokok, makan dan minum yang panas. Perdarahan akan berhenti dalam waktu sekitar 1 jam setelah operasi. Untuk kasus impaksi  sebaiknya OD dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut.

Jangan lupa lakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, jangan tunggu sampai sakit baru melakukan pemeriksaan. Tidak semua gigi yang impaksi menyebabkan masalah, tetapi sebaiknya segera dilakukan pengangkatan gigi tersebut sebelum terjadi masalah lainnya. Demikian penjelasan singkat kami mengenai gigi bungsu. Bila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan datang ke Dentia Dental Care Center untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan tim dokter gigi kami.

Sumber:
Fragiskos. Oral Surgery. Springer: Heidelberg, 2007.
Some picture were from the internet

 

 

Wisdom Tooth (Gigi Geraham Bungsu)

Drg. Djoko Micni, Sp.BM, FICOI

wisdom1-jpg

Dari namanya kita pasti menginginkan gigi ini kita miliki selamanya, namun wisdom tooth atau yang sering kita kenal dengan sebutan gigi geraham bungsu acap kali menimbulkan masalah pada saat usia menjelang remaja.

Alih-alih menjadi gigi dambaan, gigi ini malah harus cepat enyah dari si pemiliknya. Ditenggarai sebagai salah satu alasan utama untuk datang ke dokter gigi, sebenarnya apa yang menjadi pertimbangan utama untuk membuang gigi ini dan bagaimana prosedur yang aman?

Istilah yang Rancu
Wisdom tooth adalah gigi geraham bungsu atau gigi geraham ketiga dari seri gigi geraham pada lengkung rahang. Merupakan gigi yang terakhir erupsi/tumbuh pada saat usia 16-18 tahun suatu masa saat seseorang telah dianggap dewasa dan mulai bijaksana. dari sinilah mungkin istilah wisdom ini muncul. Saat gigi ini erupsi gusi di sekitarnya/pericoronal mengalami peradangan sehingga timbul rasa sakit yang berangsur-angsur akan hilang setelah mahkota gigi tumbuh sempurna. Akan tetapi, apa yang sering terjadi adalah gigi ini mengalami impaksi/retensi dikarenakan terhalang oleh gigi geraham di depannya, sehingga peradangan menjadi berkepanjangan/kronis. kondisi inilah yang merupakan pemicu dari gangguan kesehatan organ-organ tubuh lainnya (infeksi focal)

wisdom2-woodlakedental

Gangguan Kesehatan karena “Wisdom Tooth”
“Dok, saya sudah berobat kemana-mana, tapi tetap saja sakit kepala saya tidak sembuh-sembuh, saya sudah melakukan CT scan, MRI, tapi tetap saja tidak menemukan apa-apa di kepala saya” demikianlah kalimat yang terlontar dari banyak pasien yang saya hadapi saat menemukan adanya gigi wisdom.

Dari masalah yang sifatnya lokal seperti pericoronitis(radang di sekitar mahkota gigi), caries, kista atau tumor rahang yang dapat timbul dari gigi impaksi, gangguan kesehatan dalam bentuk atau menifestasi di luar rongga mulut juga sering kali muncul seperti sakit kepala/migrain, otalgia/sakit telinga, myalgia/nyeri otot, bahkan endokarditis/infeksi katub jantung dapat dibuktikan sumbernya dari gigi ini.

Oleh karena itu, bila dijumpai masalah-masalah kesehatan yang belum ditemukan solusinya adalah bijaksana untuk melakukan pemeriksaan radiologis gigi dan bila menemukan gigi impaksi/wisdom tooth, tindakan selanjutnya adalah mengangkat gigi tersebut walaupun dirasa hal ini belum pasti.

Teori yang kontroversial.
Dalam kondisi yang meragukan apakah gigi ini merupakan penyebab gangguan yang selama ini diderita, anjuran untuk mengangkatnya tetap menjadi pilihan utama. Hal ini sebenarnya dapat dijelaskan dari teori focal sepsis, yaitu dengan adanya kondisi infeksi kronis di duatu tempat yang menyebar ke tempat lain dan bermanifestasi sebagai gangguan dari organ yang jauh dari sumber tersebut. Jadi dapat disimpulkan pertimbangan utama untuk mengangkat gigi ini atau diistilahkan dengan odontektomi adalah selain untuk mengatasi gangguan-gangguan lokal juga untuk profilaksis masalah-masalah kesehatan yang sifatnya sistemik.

Apakah aman melakukan operasi Wisdom Tooth (gigi Geraham Bungsu)?
Setiap tindakan operasi memang mengandung resiko timbulnya komplikasi, dari yang sifatnya sederhana/sementara seperti pembengkakan, pendarahan, nyeri sampai pada komplikasi yang lebih berat/permanen seperti paresthesia/gangguan saraf perasa sampai fraktur tulang rahang.

Semuanya ini bisa diantisipasi/dihindari dengan :
1. Pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh: lakukan pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan radiologis baik panoramic maupun CT scan dental 9melihat jarak antara gigi dengan saraf)
2. lakukan operasi gigi ini/odontektomi sedini mungkin antara usia 12-18 tahun
dengan perimbangan profilaksis karena saat usia ini akar gigi belum terbentuk sempurna sehingga proses pengangkatan menjadi lebih mudah dan terhindar dari kemungkinan trauma pada saraf 9karena jarak gigi dengan saraf jauh).
3. Prosedur operasi yang asepsos dan antisepsis dengan kontrol sterilisasi yang optimal disertai penggunaan alat operasi non-traumatis, yaitu piezoelectric dapat menghindari cedera saraf.
4. untuk kasus-kasus tertentu, yaitu pada posisi-posisi gigi impaksi yang letaknya dekat dengan organ anatomisn penting seperti saraf atau di luar rahang seperti di dalam sinus, maka operasi dapat dilakukan dengan bantuan anestesi umum

Dengan pemahaman yang lebih dalam dan luas, wisdom tooth bukan lagi masalah yang rumit dan dambaan akan gigi dan tubuh yang sehat bukan merupakan mimpi.

TIPS :
Lakukan panoramic untuk screening
Jangan ragu untuk “early removal of wisdom tooth”
Percayakan pada ahlinya

Early removal of wisdom tooth makes a contribution towards the prophylactic and reduction of complication rate.

Note : gambar diambil dari woodlakedental.com