PEWARNAAN GIGI

drg. Marsellina Soenarto

Gigi putih bersih dan sehat merupakan idaman setiap orang,sehingga tidak sedikit orang yang merasa kurang puas dengan warna asli giginya dan mulai mencari solusi untuk mendapatkan yang putih bersih dan terbebas dari pewarnaan.

Pewarnaan gigi dikategorikan menjadi 3:
1.    Pewarnaan Ekstrinsik : disebabkan oleh zat-zat warna yang terkandung dalam makanan atau minuman (teh,kopi,wine, cola, kari, blueberry,dll), kebiasaan merokok dan akumulasi karang gigi.
2.    Pewarnaan Intrinsik : disebabkan oleh konsumsi fluoride yang terlalu tinggi, penggunaan antibiotik tetrasiklin pada masa kehamilan dan balita, ataupun kelainan-kelainan lainnya.
3.    Pewarnaan akibat pengaruh usia : disebabkan oleh karena penipisan lapisan email sehingga gigi terlihat lebih kuning.

Perawatan:
1.    Scalling/Pembersihan Karang gigi
Selain untuk membersihkan karang gigi, scalling juga bisa membersihkan pewarnaan akibat makanan dan rokok.

2.    Pasta Gigi
Penggunaan pasta gigi pemutih mungkin bisa menghilangkan sedikit pewarnaan pada gigi, tapi kurang efektif, karena pasta gigi ini hanya akan sebatas mengembalikan warna natural gigi.

3.    Bleaching
Perawatan yang satu ini relatif aman dan hasilnya lebih memuaskan untuk anda yang ingin memiliki gigi yang lebih putih, tentu saja bila dilakukan secara profesional oleh dokter gigi anda.

Bleaching dapat juga anda lakukan di rumah, tentunya dibawah pengarahan dokter gigi anda, perawatan ini disebut Home Bleaching.
Kami juga memberikan service untuk perawatan ini dan akan kami berikan promo menarik untuk anda pengunjung setia website kami.
Tunggu informasi selanjutnya dalam waktu dekat ini.

4.    Veneer Resin Komposit/Porselen
Pada beberapa kondisi yang tidak mungkin untuk dilakukan bleaching, pembuatan veneer ini dapat dijadikan alternatif perawatan.

Untuk informasi dan perawatan gigi anda, hubungi: Dentia Dental Care Center, telp : 021- 5635991, 5635992 ,klinik perawatan gigi keluarga anda.

Nantikan juga promo untuk Home Bleaching, coming soon…

Karang Gigi

Drg. Henny Susanty

Karang gigi merupakan kumpulan plak yang karanggigi11
termineralisasi yang sangat lengket di atas email gigi.
Lapisan ini terlihat keputihan dan seiring waktu
berubah kekuningan setelah berasimilasi dengan air liur.
Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di
supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan
di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi).
Karang gigi terutama timbul pada daerah-daerah
gigi yang sulit dibersihkan.

Penyebab
Plak terbentuk akibat aktivitas bakteri yang mengubah sisa gula di atas permukaan emael gigi. Plak sangat sulit dibersihkan, namun jika dibiarkan menumpuk dapat memicu gangguan kesehatan oral yang lain, Akibatnya dapat menyebabkan berbagai penyakit gusi, seperti radang gusi (gingivitis) yang ditandai dengan gusi tampak kemerahan, agak membengkak, dan sering berdarah saat menggosok gigi.
Hal ini dapat berlanjut menjadi radang jaringan penyangga gigi lainnya (periodontitis) bila tidak segera dirawat. Bila sudah tahap ini dapat menimbulkan gigi goyang karena jaringan penyangga gigi sudah rusak.

Pembersihan Karang gigi

Seringkali kita tidak mengetahui bahwa telah terdapat plak pada gigi. Karang gigi berkembang dari plak gigi yang menempel pada tepi gusi. Bila ini terus dibiarkan akan menyebabkan peradangan gusi, dan pada akhirnya membuat aroma mulut tidak sedap. Pembersihan karang gigi memerlukan bantuan dokter atau perawat gigi.Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar, pembersihan karang tidak akan merusak gigi.Yang tidak jarang terjadi adalah gigi jadi ngilu karena bagian – bagian leher gigi yang tadinya tertutup karang jadi terbuka. Gusi juga mungkin sedikit berdarah karena tepi gusi yang tertutup karang memang lebih sensitif, tapi pendarahan akan berhenti setelah karang gigi dibersihkan.

Karang gigi tidak dapat hilang bila hanya dengan menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur.

karanggigi21

Pencegahan

1. Menjaga kebersihan oral dengan cara menyikat gigi dua kali  sehari, dapat mencegah pembentukan plak pada permukaan email  gigi.

2. Bersihkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental

3. Perbanyak minum air putih

4. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung.

5. Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, 6 bulan sekali.

Untuk informasi dan perawatan gigi anda, hubungi Dentia Dental Care Center, klinik perawatan gigi keluarga anda.

Siap siap membantu anda untuk mendapatkan gigi yang sehat dan  membuat senyum anda semakin menawan