Pentingnya Merawat Gigi Susu Sejak Dini

by Drg. Marsellina S.

BHG7JM    Gigi susu biasanya akan mulai tumbuh saat anak berusia 5-8 bulan, meskipun dapat bervariasi dari anak ke anak. Sangatlah penting merawat gigi susu sejak dini karena gigi susu berperan penting dalam tumbuh kembang rahang, otot-otot wajah, pengunyahan dan pertumbuhan gigi tetap nantinya.

Berikut ini beberapa tips kesehatan gigi anak:

Segera setelah gigi susu pertama muncul, mulailah merawat gigi anak anda. Pada awalnya, cukup dengan menggunakan kain kassa yang dililitkan pada jari anda.
Kebiasaan baik ini dapat membuat anak anda terbiasa untuk membersihkan giginya sejak usia dini.

photo 3      Pada usia sekitar 1 tahun, anda dapat mulai menggosok gigi anak anda dengan bulu sikat yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Awasi dan bimbing anak anda untuk menggosok giginya hingga 3-4 tahun atau sampai anak mampu menggosok giginya sendiri dengan baik.

Sebaiknya pasta gigi baru digunakan saat anak anda berusia 2 tahun atau sudah bisa meludah.

Gantilah sikat gigi anak anda setiap 3 bulan sekali dan bilas sikatnya dengan baik dan keringkan di udara setelah selesai pemakaian.

 

Pilihlah pasta gigi khusus anak-anak dengan kandungan fluoride yang rendah dan hanya secukupnya saja, kira-kira sebesar biji jagung. Penggunaan yang berlebihan (overdosis fluoride) pada saat pembentukan gigi dapat menyebabkan fluorosis, gigi anak berwarna coklat dengan bintik putih permanen

photo 2      Batasi asupan gula yang dikonsumsi anak anda. Biasakan minum atau kumur air putih setelah minum atau makan makanan manis.

Jangan memberikan susu dari botol yang dibawa hingga tertidur. Sebaiknya selesaikan minum susu kemudian gosoklah gigi anak anda sebelum tidur.

Mulailah biasakan anak anda minum susu dari gelas sejak umur 1 tahun

Jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan rutin gigi anak anda ke dokter gigi. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan…

Silahkan hubungi Klinik kami, Dentia Dental Care Centre untuk registrasi….

 

 

 

 

 

DEFEK PADA LEHER GIGI

drg. Anastasia Elsa Prahasti, SpKG

Rasa ngilu atau sakit pada gigi dapat timbul walaupun pada pemeriksaan tidak terdapat karies (penyakit pada jaringan keras gigi yang menimbulkan lubang) dan kebersihan mulut baik. Bagian leher gigi adalah daerah yang sensitif karena di daerah ini lapisan email lebih tipis daripada daerah lainnya. Email adalah lapisan gigi yang umumnya tanpa ujung serabut saraf (terhenti di lapisan dentin), sehingga memproteksi gigi dari rasa ngilu.

Rasa ngilu dan sakit pada leher gigi dapat disebabkan hilangnya email pada daerah tersebut dengan bermacam-macam sebab dan bentuk yang berlainan. Diantaranya adalah:

1. Abrasi

Permukaan gigi hilang karena tekanan friksi antara gigi dengan obyek luar (paling sering dengan sikat gigi, karena cara menyikat gigi yang salah)

2. Erosi

Pada erosi, permukaan gigi hilang karena aksi kemo-mekanis. Pasien bulimia (kelainan pola makan yang memuntahkan makanannya kembali untuk menjaga berat badannya) sering tampak erosi pada permukaan dalam gigi geligi atasnya, akibat erosi dari asam lambung. Orang yang gemar mengenyut lemon juga bisa tampak erosi pada permukaan luar gigi geligi depannya.

3. Abfraksi

Penyebab dari abfraksi adalah tekanan kunyah yang berlebihan, yang menyebabkan fraktur mikro pada leher gigi.

Solusi untuk contoh-contoh di atas tentunya berlainan. Pada abrasi, maka tetap perlu diperbaiki cara menyikat gigi yang tepat. Karena bila hanya ditambal tanpa ada perubahan perilaku maka tambalannya pun dapat mengalami abrasi sehingga keluhan berulang.

Demikian pula pada kondisi erosi. Perubahan perilaku dapat menjaga perbaikan yang tahan lama, karena tumpatan atau restorasi lebih bersifat kuratif untuk menghilangkan rasa sakit, sementara perubahan perilaku akan bersifat mempertahankan kondisi baik yang telah ada.

Pada abfraksi diperlukan bahan tumpat yang tidak kaku sehingga bila gigi tersebut menerima beban kunyah yang besar, tumpatan dapat menyesuaikan kerut kembangnya. Bila bahan tumpatan bersifat keras dan kaku, maka tekanan kunyah yang berlebih itu dapat mematahkan tumpatan sekaligus.

Untuk perawatan gigi dan mulut lakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali.

Sumber: Sturdevant’s art and science of operative dentistry

Pengalaman Anda dengan Gigi Palsu Baru

drg. Henny Susanty

Penampilan dengan gigi palsu yang baru pada awalnya anda belum terbiasa tetapi secara berangsur-angsur menjadi lebih alami dan anda akan mulai terbiasa. Saat pertama kali memakai gigi palsu memang terasa aneh, mulut seolah-olah terasa penuh, pipi dan bibir terasa membengkak. Bibir memang tidak dapat menyesuaikan diri dalam sekejap terhadap ketebalan gigi palsu dan mungkin untuk beberapa saat penampilan akan terkesan aneh, tetapi jangan kuatir karena secara perlahan akan membaik setelah anda bisa menyesuaikan dengan gigi palsu, tidak tegang dan lebih percaya diri.

Pengunyahan dengan gigi palsu yang baru biasanya membutuhkan waktu penyesuaian sekitar 6-8 minggu. Pada masa ini juga terasa adanya air liur yang berlebihan, tetapi dalam waktu relatif singkat kelenjar ludah akan menyesuaikan diri dengan adanya gigi tiruan sehinnga produksi air liur kembali normal.
Pada tahap awal pemakaian gigi palsu, saat makan dimulai dengan mengunyah makanan yang relatif lunak, dipotong kecil-kecil dan apabila mungkin dikunyah pada kedua sisi bersamaan supaya gigi palsu tidak terungkit. Menggigit dengan gigi palsu hendaknya dilakukan dengan menempatkan makanan pada gigi-gigi yang dekat dengan sudut mulut jangan pada gigi bagian depan karena gigi palsu tersebut akan terungkit.
Untungnya masalah bicara dengan gigi palsu baru tidak sesulit yang diperkirakan. Penyesuaian lidah untuk menerima perubahan begitu besar sehingga sebagian besar pasien dapat berbicara lancar dengan gigi tiruannya. Pada penyesuaian awal,anda dapat latihan membaca keras-keras dengan menggunakan gigi palsu dan mengulangi kata yang terasa sulit diucapkan.
Terakhir anda harus menjaga kebersihan mulut dengan cara mencuci gigi palsu jika mungkin setiap habis makan.  Gusi juga disikat dengan sikat halus ini akan membuat gusi menjadi sehat dan menghilangkan kotoran yang dapat menyebabkan iritasi dan bau mulut yang tidak menyenangkan.

Yang pasti untuk perawatan kesehatan gigi dan mulut anda, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.