PEMUTIHAN GIGI SECARA PERMANEN

by drg. Ricke Santoso Sp.KG.

senyum1

Saat ini sudah menjadi trend untuk memiliki senyum yang putih dan menawan. Dengan susunan gigi yang rapi dan warna gigi yang cerah akan membuat senyum kita menjadi sempurna dan  lebih percaya diri. Banyak pasien yang bertanya kepada saya: “Dok, bagaimana sih cara memutihkan gigi? Apakah hasilnya permanen atau tidak?”

Pemutihan gigi ada yang permanen ada yang tidak. Yang tidak permanen yaitu dengan cara bleaching. Yang permanen yaitu dengan pembuatan vinir porselen dan tentu lebih mahal harganya. Vinir porselen merupakan sebuah lapisan porselen tipis yang warnanya lebih putih dan ditempatkan di gigi bagian depan untuk menambah estetik, misalnya supaya gigi menjadi lebih putih. Dapat juga digunakan untuk menutup space pada gigi depan yang renggang, menutup retakan gigi dan noda-noda pada gigi yang sulit dihilangkan dengan metode bleaching biasa, misalnya karena pernah mengkonsumsi tetrasiklin sewaktu kecil. Prosesnya tidak rumit dan hanya membutuhkan 2 kali kunjungan. Pada kunjungan pertama, gigi akan dikasarkan lalu dicetak. Vinir akan dibuat di laboratorium khusus. Setelah vinir tersebut sudah jadi dengan warna dan bentuk yang sesuai, vinir porselen direkatkan ke gigi. Dengan perawatan yang baik, vinir ini bisa bertahan sampai lebih dari 10 tahun.

Cukup sederhana bukan? Jika anda berminat, jangan ragu untuk datang ke klinik Dentia Dental Care Center untuk mendapatkan free konsultasi. Terima kasih.

venir-mrt1

venir-mrt2

venir-mrt3

SENSITIVITY IN VITAL WHITENING TECHNIQUE (ANTISIPASI SENSITIFITAS DALAM PEMUTIHAN GIGI)

Drg Yeanne Rosseno, Cosmetic Dentist

Sensitifitas saat dan sesudah proses pemutihan gigi bersifat sementara biasanya terjadi maksimal 6 jam setelah pemutihan gigi. Sensitifitas ini juga bersifat individual artinya tidak semua orang merasa sensitif sesudah pemutihan gigi dan toleransi terhadap sensitifitas berbeda pada tiap individu.

Sensitifitas ini juga dipengaruhi oleh keadaan gigi dan gusi di dalam mulut. Karena itu sebelum melakukan pemutihan / whitening, harus dilakukan pemeriksaan yang cermat oleh dokter gigi baik intra oral maupun rontgen foto.  Dengan pemeriksaan yang cermat sebelum whitening, sensitifitas dapat diantisipasi dan diatasi dengan baik. Pemutihan gigi / Whitening hanya dapat dilakukan pada gigi dan gusi yang sehat.

Mengapa terjadi sensitifitas saat pemutihan gigi / whitening?  Saat proses whitening terjadi pergerakan cairan di dalam tubuli dentin antara kandungan air dalam gigi dan cairan whitening pada email gigi, pergerakan ini menimbulkan dehidrasi dan merangsang saraf gigi sehingga timbul sensitifitas. Jika kedua ikatan  (kandungan air dalamgigi dan cairan whitening) ini sudah stabil , sensitifitas akan hilang dengan sendirinya. Jadi sensitifitas ini tidak mempengaruhi ketebalan email gigi.

Walaupun demikian, sensitifitas dapat diantisipasi dan diminimalkan dengan pemberian pasta gigi desensitizing yang mengandung potassium nitrat  dengan berbagai metode pemakaian tergantung kondisi gigi dan gusinya. Selain itu juga saat ini sudah tersedia produk whitening yang mengandung fluorIde dan ACP (amorphous calcium phosphate) yang secara klinis terbukti dapat mengurangi sensitifitas sesudah pemutihan gigi / whitening.